Selasa, 08 Oktober 2019

Yuk Cari Tahu Format Pembuatan SOP Secara Umum


Istilah SOP dalam bidang bisnis bukanlah hal yang baru lagi. Standar Operasional Prosedur yang banyak dipakai pada perusahaan ini bertujuan agar pekerjaan dapat terlaksana dengan rapi, teratur dan tersistematis dari awal hingga akhir. Dapat dikatakan pengertian dari SOP adalah dokumen yang di dalamnya berisi prosedur kerja secara kronologis sehingga menghasilkan hasil kerja paling efektif. Untuk itu, ada beberapa format pembuatan SOP secara umum yang harus anda tahu. 

Format Pembuatan SOP Yang Harus Anda Tahu

1. Langkah Sederhana (Simple Steps)

Fomat pertama yang bisa anda gunakan untuk membuat SOP yaitu format dengan langkah sederhana atau simple steps. Format ini merupakan bentuk SOP yang digunakan ketika sebuah prosedur memiliki pengambilan keputusan dan jumlah yang sedikit. Bisa dikatakan bahwa format ini adalah format paling sederhana yang bisa digunakan untuk membuat SOP. Format ini juga digunakan ketika hanya ada beberapa orang saja yang akan melaksanakan prosedur tersebut.

2. Tahapan Berurutan (Hierarchical Steps)

Format selanjutnya untuk membuat SOP adalah fomat dengan jenis tahapan berurutan. Jenis format ini merupakan pengembangan dari format dengan jenis langkah sederhana. Untuk penggunaannya sendiri, format ini digunakan ketika prosedur yang disusun memiliki 10 langkah atau lebih. Jelas sekali jika format satu ini merupakan perluasan dari format dengan tipe simple steps.
Selain itu, hierarchical steps membutuhkan  informasi yang lebih detail. Akan tetapi, dalam format ini hanya dibutuhkan pengambilan keputusan yang sedikit. Serta pada tahapan berurutan ini, langkah-langkah yang sudah diidentifikasi tersebut selanjutnya akan dijabarkan dalam sub langkah secara lebih rinci. Sehingga tahapan dari SOP yang menggunakan format ini akan terlihat lengkap.

3. Grafik (Graphic)

Jenis format yang ketiga yang biasa digunakan untuk membuat SOP adalah tipe grafik. Format dengan tipe ini biasanya digunakan untuk prosedur yang memiliki susunan kegiatan yang spesifik dan panjang. Proses-proses yang panjang tersebut selanjutnya akan dijabarkan ke dalam sub-sub proses yang lebih pendek sehingga nantinya tipe format grafik ini akan berisi berupa beberapa langkah.
Format grafik ini juga dapat digunakan ketika anda akan menyusun prosedur dimana dalam prosedur tersebut membutuhkan gambar atau foto. Pada umumnya jenis prosedur yang membutuhkan gambar maupun foto ini digunakan untuk pemohon atau pelaksana dari eksternal perusahaan tersebut.

4.  Diagram Alir (Flowchart)

Format terakhir yang dapat digunakan untuk pembuatan SOP adalah flowchart. Format flowchart ini biasanya dipakai ketika suatu SOP membutuhkan pengambilan keputusan yang banyak atau kompleks. Selain itu, format ini juga berfungsi ketika SOP memerlukan opsi alternatif jawaban seperti ya atau tidak, lengkap atau tidak, benar atau salah dan seterusnya. Dimana hal tersebut mempengaruhi sub langkah selanjutnya dari proses.
Untuk penggunaannya, format ini melibatkan beberapa simbol khusus yang berfungsi untuk menggambarkan prosesnya seperti simbol kotak, anak panah, dan lainnya. Format ini terdiri dari dua jenis yaitu linear flowchart yang berbentuk vertikal atau horizontal yang biasanya digunakan untuk SOP bersifat teknis. Serta brancing flowchart yang biasanya digunakan untuk SOP administratif. Kegunaan format dalam SOP adalah untuk memudahkan anda dalam membuat SOP.
Format pembuatan SOP ini memiliki beberapa format yang berbeda, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Dalam format ini biasanya akan berisi SOP dalam bentuk poin-poin kalimat serta SOP berbentuk diagram atau flowchart seperti yang telah dijelaskan. Dengan adanya format penulisan SOP, tentunya perusahaan anda nantinya akan lebih mudah dan praktis dalam membuat SOP di kemudian hari.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar